Tampilkan postingan dengan label tanaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tanaman. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Januari 2010

Screening Trees

There are many real estates nowadays developing neighborhood without any fences between houses. For some people, it could be more interesting. But, for me, I prefer the house with fence. I like big windows, so I can have enough sunshine through the house. And of course, it will be difficult to have some privacy if we have many big glass windows, big glass doors, but there is no fence in our house.

We can choose the high wall to be the fence for our house, but don’t you think it would be much nicer if we have photinia red robin trees as fences? If you have the same opinion with me, prefer to have screening trees for privacy than the high wall, you should check this fabulous site, King & co, The Tree Nursery.

In this site, you can make an online shop for all garden trees and plants you need. Whether you need trees, hedges, shrubs or topiary for making your garden look beautiful, they provide it all. If you still have no idea about the design you will make to your garden, their knowledgeable staff can help you about the design and selecting the right plants to your garden. So, what are you waiting for? Just visit King & co to make your garden like a paradise.

Sabtu, 09 Januari 2010

Tanaman Pagar Yang Indah dan Sehat



Salah satu tren yang kini tengah digemari adalah konsep rumah berpagar tanaman. Selain cantik, jenis tanaman pun banyak memberi manfaat lain, seperti pengobatan.

Pagar dimaksudkan sebagai pembatas. Pembatas antara pemilik rumah atau pekarangan yang satu dengan pemilik lainnya. Oleh karena itu, setiap rumah membangun pagar sesuai selera dan kebutuhan masing-masing. Ada yang tembok megah, ada pula berupa pagar besi yang kaku dan kokoh. Ada juga kombinasi tembok dan besi, sehingga terkesan padat. Alasan membuat pagar semacam itu antara lain demi faktor keamanan, dan alasan yang berkaitan dengan status sosial. Pagar yang megah dan mewah akan mengangkat pemilik rumah menuju sebutan sebagai orang modern.

Namun, kini mulai muncul gerakan back to nature. Serba natural. Serba alami. Penuh pesona asri. Ramah lingkungan. Dan salah satu wujudnya adalah pembuatan pagar tanaman. Apa yang menarik? Di samping alami dan sejuk, pagar tanaman juga berkesan indah artistik. Setelah pucuk tumbuh bertunas, tanaman kemudian diatur dan dipangkas hingga membentuk "bangunan" yang cantik. Ada pula pagar tanaman yang berbunga, mekar, hingga menampilkan kesan semarak dan energik.

Bahkan, sebetulnya leluhur kita sudah mempraktikkan membuat pagar tanaman, bukan sekedar dimaknai keindahannya, namun lebih sebagai bahan pengobatan alternatif. Orang Jawa tempo lalu, misalnya, suka menanam beluntas sebagai pagar tanaman. Semua tahu, beluntas juga dapat dipakai untuk sayur dan penyembuhan tradisional. Orang Sunda, misalnya, punya tradisi menanam hanjuang merah sebagai tanaman pagar. Dan hanjuang merah "dipercaya" sebagai tanaman tolak bala pengusir roh-roh jahat.

Pilih Bibit Kecil
Bagaimana cara menanam pagar tanaman? Cangkul tanah sedalam 20 cm dan bentuk lubang tanam, tergantung selera Anda. Bisa dibuat sederhana seperti empat persegi panjang memanjang, atau dipotong-potong kubus atau segi enam tapi menyambung, misalnya. Biarkan lubang tanam terbuka sekitar 2 minggu, sementara tanah cangkulan diberi pupuk organik sebanyak 2 - 4 kg/m2, juga 30 gram NPK (15 ­ 15 - 125)/m2. Atau Urea, TSP dan KCL masing-masing 10 gram/m2. setelah 2 minggu, tanah cangkulan yang diberi pupuk tersebut dimasukkan kembali ke dalam lubang tanam, lalu biarkan lagi selama 2 minggu.

Berikutnya, pilih bibit dari jenis tanaman yang akan ditanam. Sebaiknya pilih bibit yang masih kecil ketimbang yang sudah besar. Buat lubang kecil, dan masukkan bibit. Tekan tanah sekitar pangkal bibit, beri ajir dan ikat bibit pada ajir itu. Setelahnya, siram sampai basah.

Agar pagar tanaman tumbuh subur, sebaiknya setiap bulan diberi pupuk. Untuk tanaman pagar berbunga, gunakan pupuk NSK (15 ­ 25 - 15) yang kandungan P-nya tinggi. Sedangkan untuk pagar tanaman yang berdaun, gunakan pupuk NPK (25 ­ 15 - 15) yang kandungan N-nya tinggi. Di samping pemupukan, lakukan juga penyiraman, terutama di musim kemarau bisa disiram 2 kali pagi dan sore.

Pangkas Memangkas
Kecantikan pagar tanaman juga bisa diperoleh lewat pemangkasan, yakni kegiatan pangkas-memangkas batang dan daun tanaman. Malas memangkas, maka tanaman akan tumbuh malang melintang tak karuan dan menambah kesan jorok. Tujuan semula untuk menciptakan keindahan, bsia-bisa menghasilkan sebaliknya, jorok tak terurus.

Kenapa harus dipangkas? Pertama, supaya selalu tumbuh tunas-tunas baru, dan membuat tanaman jadi rimbun teratur. Yang kedua untuk mendapatkan bentuk pagar tanaman yang indah, rapi dan sehat. Pemangkasan sebaiknya dilakukan sekurang-kurangnya 2 minggu atau 3 minggu sekali. Jangan terlalu lama (lebih 1 bulan), sebab selain lebih sulit memangkas, juga sulit membentuk tanaman tersebut.

Bagaimana kiat memangkas yang benar? Siapkan 2 buah bambu dan tali rafia. Tancapkan bambu tersebut pada ujung-ujung pagar tanaman. Ikatkan tali rafia pada bambu di sebelah ujung pagar tanaman dengan tinggi tergantung selera dan kebutuhan, lantas tali rafia ditarik dan diikatkan pada bambu yang berada di ujung lainnya. Tampaklah batas bentangan tali rafia tersebut. Dan di sanalah Anda bisa mencukur tanaman. Demikian seterusnya. Gampang bukan?

Sumber: tabloidnova.com

Rabu, 14 Oktober 2009

Bunga Potong Tetap Indah dan Segar

Bunga potong yang indah memang dapat menambah semarak susana dalam ruangan. Sayangnya, usianya tergolong pendek. Bagaimana merawatnya? Berikut tips dari Nina Subiyanto, florist dari PT Puri Sekar Asri.

SAAT MEMBELI BUNGA
  1. Cermati bagian bawah batang. Pilih bunga yang bersih bagian bawah batangnya. Jika bagian tersebut sudah lembek atau berbau, berarti sudah tersimpan setidaknya 24 jam di luar ruang pendingin.
  2. Untuk bunga yang disimpan di dalam ruang pendingin, ujung batangnya biasanya bersih. Namun kita tetap bisa mereka usianya dengan memeriksa kekuatan batangnya. Pilih batang yang masih keras.
  3. Beli bunga yang masih kuncup. Bunga yang telah mekar pertanda usianya sudah tinggal sedikit.
  4. Sebaiknya beli bunga dalam keadaan mahkota bunga masih tertutup cone kertas atau plastik sehingga mahkota bunganya terlindung.
  5. Jika jarak tempuh antara toko bunga dan rumah Anda cukup jauh, siapkan wadah berisi air sebagai tempat bunga guna mencegah kekeringan.

MEMOTONG BUNGA DARI KEBUN
  1. Potong dengan posisi miring agar permukaan serap batang menjadi luas.
  2. Gunakan gunting tanaman atau pisau tajam untuk memotong batang. Jangan gunakan gunting kertas atau kain, karena bisa menjepit dan melukai batang.

MENYIAPKAN WADAH BUNGA

  1. Bersihkan wadah dengan tangan atau busa. Mengocoknya dengan air tidak akan cukup untuk membersihkan kotoran yang unsur-unsurnya bisa mengubah sifat kimiawi air.
  2. Jangan bersihkan wadah dengan sabun karena residu sabun bisa mengubah sifat kimiawi air.
  3. Isi wadah dengan air bersih secukupnya. Yang penting, air mampu merendam bagian bawah batang.

MENEMPATKAN BUNGA DALAM VAS

  1. Sebelum memasukkan bunga dalam wadah, pertama-tama bersihkan batang dari daun dan duri.
  2. Bersihkan juga bagian bawah batang dari lendir dan kotoran yang dapat mencemari air.
  3. Saat memasukkan bunga, jangan sampai ada daun yang terendam dalam air di dalam wadah. Proses pemasakan makanan yang dilakukan oleh daun mempunyai residu berupa karbondioksida (CO2). Bila karbondioksida tersekap dalam air dan diserap oleh tanaman kembali, tentu saja akan merusak tanaman.

AGAR TAHAN LAMA

  1. Ganti air dalam wadah bunga setiap hari. Saat mengganti, potong batang yang paling bawah sepanjang 1 cm. Bagian yang paling bawah biasanya mengalami proses pembusukan.
  2. Hindari bunga potong dari paparan matahari langsung serta tiupan angin yang kencang.
  3. Bunga yang diletakkan di ruang AC biasanya mempunyai umur bunga yang relatif lebih pendek. Ini disebabkan sirkulasi udara yang tidak baik dan kelembaban yang rendah. Selain rajin mengganti air, beri kesempatan bunga "bernapas" dengan meletakkannya di ruangan terbuka (yang tidak terkena paparan matahari) atau ruang bersirkulasi udara baik.

MEMILIH JENIS BUNGA

  1. Perhatikan iklim dasar kebutuhan bunga. Bunga hortensia yang tumbuh di daerah dingin, misalnya, jika dibawa ke daerah bersuhu tinggi, mahkotanya cenderung berubah warna dan menggulung diri.
  2. Untuk ketahanan, bunga lokal biasanya lebih tahan lama karena cocok dengan iklim setempat. Bahkan ada jenis pisang-pisangan yang bisa bertahan dua minggu.
  3. Untuk bunga impor, seperti lili dan tulip, biasanya sampai di toko bunga dalam keadaan imatur atau belum mekar penuh. Pemakaian aspirin tumbuk yang dilarutkan dalam air, bisa mempercepat proses pemekaran, namun memperpendek usia bunga.
Sumber: tabloidnova.com

Minggu, 02 Agustus 2009

Usir Semut pada Tanaman dengan Air Bawang Putih

Berkebun juga membutuhkan langkah-langkah alami. Tidak semua hama harus dibabat habis menggunakan pestisida. Cara-cara ramah lingkungan dapat diterapkan demi sebuah lingkungan yang sehat.

Langkah-langkah berkebun yang ramah lingkungan tergolong mudah dilakukan. Antara lain dengan memperhatikan sembilan hal berikut ini:
  1. Tanamlah tanaman yang sesuai dengan kondisi taman. Sesuaikan dengan kesuburan tanah yang ada, kebutuhan air, jenis tanahnya, serta keperluan sinar matahari dan lainnya.
  2. Pilihlah tanaman yang tahan terhadap serangan hama dan serangga. Carilah informasi yang cukup mengenai jenis tanaman yang hendak ditanam.
  3. Berilah jarak yang sesuai dengan pertumbuhan tanaman dari kecil hingga besar. Hindari kondisi yang sangat padat oleh satu jenis tanaman. Pastikan aliran udara lancar hingga ke bagian terkecil tanaman dan tidak terlalu lembab dan gelap. Umumnya kesamaan jenis tanaman dan kondisi lembap akan mempercepat dan mempermudah kehadiran serangga.
  4. Tanamlah jenis tanaman yang dapat mengundang serangga yang menguntungkan. Contohnya tanaman Bunga Matahari yang mengundang serangga pemakan hama. Atau gunakan tanaman yang mempunyai aroma dapat mengusir serangga. Misalnya, bunga Cosmos/Bunga Tahi Kotok yang mempunyai aroma yang tidak menyenangkan bagi serangga.
  5. Berikan variasi tanaman berbunga pada taman, setidaknya antara 5 hingga10% bagian taman. Serangga “baik” akan datang jika terdapat bunga yang mengandung nektar yang menjadi makanannya.
  6. Waspadai kehadiran semut pada tanaman. Biasanya semut menjadi faktor keberadaan hama kutu putih pada tanaman. Untuk mengontrol semut secara organik, semprotkanlah air campuran dengan essense bawang putih rutin tiap hari pagi dan sore hingga semut tidak datang kembali.
  7. Gunakan mulsa untuk mengontrol gulma dan menjadikan gulma sebagai rumah bagi serangga laba-laba yang dapat memangsa hama pada tanaman. Dalam aplikasinya, carilah informasi lebih lanjut dari cara pemakaian gulma yang tepat dan efisien.
  8. Segeralah membuang kelopak bunga yang telah layu pada tanaman. Hindari kelopak bunga yang lalu dan tetap menempel pada ujung batang.
  9. Jika terjadi serangan awal, lakukan pemangkasan dan buanglah sisa pemangkasan tersebut ke tempat yang jauh dari taman atau membakarnya pada tempat yang aman.
Sumber : IDEA

Minggu, 01 Maret 2009

Pot Tanah Liat Tampil Penuh Warna

Meja di sudut ruangan akan terlihat lebih indah bila kita menaruh pot tanaman di atasnya. Lantaran fungsinya sebagai hiasan, harus terlihat cantik.

Yang pasti pot tersebut tidak tampil apa adanya, perlu sedikit dipermak biar unik dan cantik.

Caranya cukup mudah, asal kita mau sedikit kreatif. Bahan-bahan yang digunakan sederhana, murah, dan bisa didapatkan di sekitar kita.

Bahan-bahan yang diperlukan:
• Wadah pot bunga
• Cat tembok
• Kuas
• Palet
• Penghapus pensil
• Pisau
• Air
• Kertas

Langkah-langkah pembuatan:
  1. Ambil zat pewarna yang diperlukan, masukkan ke dalam palet, dan campurkan dengan air. Gunakan penghapus pensil untuk mewarnai pot. Sebelum mewarnai pot dengan menggunakan ujung penghapus pensil, cobalah dulu pada kertas putih. Sampai didapat komposisi warna yang tepat. Agar saat mewarnai pot, didapat bentuk warna yang maksimal.
  2. Warnai pot dengan ujung penghapus pensil, dengan berbagai macam warna sesuai keinginan kita. Agar pekerjaan lebih mudah, potonglah penghapus pensil tersebut menjadi beberapa bagian dengan pisau, sesuai dengan banyaknya warna. Jadi satu penghapus pensil, untuk satu warna.
  3. Biasanya warna yang tercetak pada pot bunga agak kurang nyata dan rata. Untuk meratakan warna, gunakan kuas. Dengan begitu warna yang tampak, akan terlihat maksimal. Warnai seluruh pot sesuai dengan keinginan kita.
  4. Pot sudah siap digunakan. Tinggal menaruh tanaman yang kita sukai.
Sumber: www.ideaonline.co.id

Selasa, 16 Desember 2008

Tips Agar Tanaman Hias Tumbuh Subur

Jika pada pagi hari anda memiliki teh/air teh sisa kemarin sore, jangan dibuang percuma, sebab bisa dipakai untuk pupuk tanaman hias kita. Caranya, lakukan Tips sebagai berikut:

1. Ambil sisa teh dan ampasnya sekaligus.

2. Siramkan pada tanaman anda, lakukanlah setiap pagi.

Niscaya tanaman hias anda akan subur dan cepat berbunga.

Selamat mencoba.