Tips Seputar Rumah. Saat membeli Wallpaper jangan hanya mendasarkan pilihan pada keindahan motif dan warnanya, mungkin saja anda akan kesulitan menggunakan dan merawatnya karena tidak memahami jenis dan cara perawatanya.
Tidak ada salahnya jika anda juga memperhatikan jenis dan label sebuah Wallpaper, karena biasanya kita akan menemukan kode-kode tertentu terdapat pada label wallpaper yang akan memberitahu cara pemakaian dan perawatan Wallpaper.
Untuk Mengenal Kode Label Wallpaper, Berikut penjelasan beberapa kode label wallpaper yang biasa ditemui.
a. Scrubbable
Wallpaper jenis ini bisa dibersihkan dengan larutan detergen atau sabun yang tidak terlalu pekat menggunakan sikat lembut. Wallpaper jenis ini dapat digunakan pada kamar mandi dan dapur.
b. Washable
Wallpaper jenis ini dapat dibersihkan menggunakan larutan detergen atau sabun yang tidak terlalu pekat yang di aplikasikan dengan kain lembut.
c. Stain Resistance
Motif dan warna wallpaper jenis ini cukup tahan dari noda lemak atau tumpahan kopi dan teh, setelah dibersihkan noda dan lemak tidak akan berbekas pada wallpaper.
d. Abrasion Resistance
Wallpeper dapat bertahan dari benturan dan goresan yang tidak terlalu keras, baik digunakan pada ruang yang sering dilalui banyak orang atau barang.
e. Colorfastnes
Warna wallppeper tidak mudah pudar bila terkena cahaya matahari dalam waktu yang lama. Dewasa ini banyak wallpaper sudah memiliki kelebihan ini.
f. Peelable
Wallpeper jenis ini dapat anda kupas dengan cukup mudah, beberapa dari jenis wallpaper ini membutuhkan cairan khusus agar bisa di buka dengan baik, biasanya setelah dibuka akan meninggalkan bekas berupa garis memanjang yang bisa digunakan menjadi patokan pemasangan wallpaper baru.
g. Strippable
Ini adalah jenis wallpaper yang dapat lansung dilepaskan tanpa meninggalkan bekas pada dinding.
h. Prepasted
Wallpaper dengan kode ini berarti telah langsung memiliki lapisan perekat, anda tinggal membasahi bagian yang mengandung perekat sebeum menempelkanya di dinding.
Bagaimanapun Mengenal Kode Label Wallpaper dan kode label wallpaper yang terdapat, akan lebih baik jika anda mencoba-coba dahulu membersihkan wallpaper yang terdapat pada area yang agak tersembunyi, sehingga jika terjadi kesalahan tidak akan membuat anda terpaksa mengganti keseluruhan bidang wallpaper.
Senin, 06 Februari 2012
Mengenal Kode Label Wallpaper
Pengaturan Ruang Kerja di Rumah
Tips Seputar Rumah. Saat ini semakin banyak dari kita yang memilih menyediakan ruang kerja tersendiri di rumah, alasannya bisa bermacam macam, mungkin karena menggerakkan usaha dari rumah atau memiliki kantor tapi juga menyediakan ruang kerja tersendiri di rumah sebagai tempat melanjutkan pekerjaan kantor di rumah atau sebagai tempat usaha sampingan.Apapun alasanya sah-sah saja menyediakan pengaturan ruang kerja di rumah.
Ruangan yang disediakan ini bisa jadi ruangan khusus yang hanya disediakan untuk bekerja penghuni rumah atau bisa juga merangkap untuk aktifitas lain penghuni rumah. Kedua alternatif ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, jika itu adalah ruangan khusus tentu privasi dan kenyamanan bekerja lebih terjaga tapi akan menjadi masalah jika kita hanya memiliki lahan yang terbatas, jika ruangan yang disediakan juga merangkap uantuk aktifitas lain penghuni rumah tentu akan lebih menghemat peruntukan ruang-ruang di rumah, namun mungkin akan mengurangi privasi dan kenyamanan bekerja.
Ruangan nyang disediakan ini juga tidak harus berupa sebuah ruangan tertutup akan tetapi bisa saja berupa sebuah area lepas, ini sangat dipengaruhi fungsi dan jenis pekerjaan yang akan dilakukan didalamnya. pekerjaan akuntan, guru atau arsitek mungkin akan memerlukan ruangan yang lebih privat dan tertutup. pekerjaan pertukangan, teknis dan seniman mungkin akan membutuhkan ruangan yang lebih lapang dan terbuka.
Sebuah pengaturan ruang kerja di rumah yang baik tentunya harus mampu mendorong semangat kerja penghuni rumah yang ada di dalamnya, secara umum karena ruang kerja ini akan dipakai berlama-lama penghuni rumah yang berada di dalamnya, tentunya ruang kerja ini secara arsitektur harus memiliki sirkulasi udara dan pencahayaan yang baik agar penghuni rumah yang berada di dalamnya merasa nyaman bekerja di ruang kerja tersebut.
Pengaturan sirkulasi udara, pencahayaan, tata letak interior dan pintu perlu diperhatikan dan disesuaikan dengan jenis pekerjaan dan siapa yang akan bekerja di ruangan bekerja tersebut. Contohnya jika anda bekerja dengan komputer akan lebih baik jika anda menyesuaikan posisi layar komputer dengan arah datangnya cahaya agar tidak silau dan membuat mata cepat lelah.
Warna cat yang digunakan juga perlu diperhatikan karena secara psikologi, warna cat biasanya juga akan mempengaruhi emosi dan semangat kerja penghuni rumah yang berada didalam ruang kerja.
Selamat melakukan Pengaturan ruang kerja di rumah anda.
Ruangan yang disediakan ini bisa jadi ruangan khusus yang hanya disediakan untuk bekerja penghuni rumah atau bisa juga merangkap untuk aktifitas lain penghuni rumah. Kedua alternatif ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, jika itu adalah ruangan khusus tentu privasi dan kenyamanan bekerja lebih terjaga tapi akan menjadi masalah jika kita hanya memiliki lahan yang terbatas, jika ruangan yang disediakan juga merangkap uantuk aktifitas lain penghuni rumah tentu akan lebih menghemat peruntukan ruang-ruang di rumah, namun mungkin akan mengurangi privasi dan kenyamanan bekerja.
Ruangan nyang disediakan ini juga tidak harus berupa sebuah ruangan tertutup akan tetapi bisa saja berupa sebuah area lepas, ini sangat dipengaruhi fungsi dan jenis pekerjaan yang akan dilakukan didalamnya. pekerjaan akuntan, guru atau arsitek mungkin akan memerlukan ruangan yang lebih privat dan tertutup. pekerjaan pertukangan, teknis dan seniman mungkin akan membutuhkan ruangan yang lebih lapang dan terbuka.
Sebuah pengaturan ruang kerja di rumah yang baik tentunya harus mampu mendorong semangat kerja penghuni rumah yang ada di dalamnya, secara umum karena ruang kerja ini akan dipakai berlama-lama penghuni rumah yang berada di dalamnya, tentunya ruang kerja ini secara arsitektur harus memiliki sirkulasi udara dan pencahayaan yang baik agar penghuni rumah yang berada di dalamnya merasa nyaman bekerja di ruang kerja tersebut.
Pengaturan sirkulasi udara, pencahayaan, tata letak interior dan pintu perlu diperhatikan dan disesuaikan dengan jenis pekerjaan dan siapa yang akan bekerja di ruangan bekerja tersebut. Contohnya jika anda bekerja dengan komputer akan lebih baik jika anda menyesuaikan posisi layar komputer dengan arah datangnya cahaya agar tidak silau dan membuat mata cepat lelah.
Warna cat yang digunakan juga perlu diperhatikan karena secara psikologi, warna cat biasanya juga akan mempengaruhi emosi dan semangat kerja penghuni rumah yang berada didalam ruang kerja.
Selamat melakukan Pengaturan ruang kerja di rumah anda.
Jumat, 03 Februari 2012
Antara Kanopi dan Pergola
Tips Seputar Rumah. Secara umum kita beranggapan antara kanopi dan pergola adalah sama, yaitu untuk melindungi sesuatu yang berada dibawahnya. kanopi dan pergola biasa ditempatkan pada ruang luar atau di atas bukaan jendela atau pintu. karena inilah banyak diantara kita menganggap kanopi sama dengan pergola. Padahal jelas kanopi memiliki perbadaan dengan pergola.
Kanopi dan pergola berguna untuk melindungi dari paparan sinar matahari dan hujan. kanopi biasanya digunakan didepan teras, garasi atau car port atau diatas jendela atau pintu, lain halnya dengan pergola yang hanya digunakan di halaman atau depan garasi.
Perbedaan yang paling utama antara kanopi dan pergola adalah pada strukturnya. kanopi menyerupai atap yang berbentuk lengkung atau miring dengan rangka terbuat dari besi, sedangkan pergola tersusun dari rusuk-rusuk kayu sejajar atau selag seling berbentuk datar.
Kanopi pada umumnya memiliki bagian penutup dari bahan terpal, kain atau plastik polimer. Bahan lunak dipakai agar penutup kanopi bisa sesuai mengikuti struktur rangkanya.
Dilihat dari segi penampilan antara kanopi dan pergola. Pergola umumnya lebih menarik karena biasanya memiliki tumbuhan rambat yang tumbuh menjalar dan menambah kesan asri. Sedangkan kanopi cenderung tampil "klimis" dan simpel karena tersusun dari bahan buatan pabrik.
Kanopi dan pergola berguna untuk melindungi dari paparan sinar matahari dan hujan. kanopi biasanya digunakan didepan teras, garasi atau car port atau diatas jendela atau pintu, lain halnya dengan pergola yang hanya digunakan di halaman atau depan garasi.
Perbedaan yang paling utama antara kanopi dan pergola adalah pada strukturnya. kanopi menyerupai atap yang berbentuk lengkung atau miring dengan rangka terbuat dari besi, sedangkan pergola tersusun dari rusuk-rusuk kayu sejajar atau selag seling berbentuk datar.
Kanopi pada umumnya memiliki bagian penutup dari bahan terpal, kain atau plastik polimer. Bahan lunak dipakai agar penutup kanopi bisa sesuai mengikuti struktur rangkanya.
Dilihat dari segi penampilan antara kanopi dan pergola. Pergola umumnya lebih menarik karena biasanya memiliki tumbuhan rambat yang tumbuh menjalar dan menambah kesan asri. Sedangkan kanopi cenderung tampil "klimis" dan simpel karena tersusun dari bahan buatan pabrik.
Sabtu, 01 Oktober 2011
Tips Menata Rumah Mungil
Memiliki rumah mungil dengan luas tanah sekitar 105 meter persegi bukan berarti menjadi masalah menjadikannya menarik. Rumah mungil tetap nyaman asalkan Anda tahu cara menyiasatinya.
Kunci kenyamanan tinggal di rumah dengan lahan yang terbatas ialah pemilik rumah harus memerhatikan pembagian ruangan berdasarkan fungsinya. Kebutuhan akan ruang di dalam rumah mungil harus diatur secara efektif dan efisien.
Berikut beberapa langkah yang bisa Anda pertimbangkan:
1. Manfaatkan Ruang dengan Efisien. Cermati ruang-ruang kosong yang ada di rumah, manfaatkan untuk meletakkan barang. Misalnya di bawah tangga, Anda dapat menempatkan perabotan atau perkakas atau sebagai storeage. Bisa juga di bawah wastafel untuk menyimpan barang.
2. Perhatikan Faktor Pencahayaan dalam Ruang. Sinar cahaya lampu yang Anda dapat manfaatkan berwarna kuning dan putih. Cahaya lampu berwarna kuning memberi kesan lebih hangat, alami, dan romantis. Sementara cahaya lampu berwarna putih memberi kesan formal, luas, dan bersahabat. Perhatikan juga jarak penempatan lampu di tiap ruangan.
3. Atur Letak Jendela dan Tepat Memilih Kaca. Peletakan jendela harus tepat posisinya, begitu juga pemakaian kaca di dalam rumah dapat membuat rumah terlihat lebih luas. Pakailah ukuran jendela yang tidak besar dan kaca tidak bermotif. Jendela dipasang dengan posisi tepat agar dapat menyerap sinar matahari, memberi kehangatan, dan membantu sirkulasi udara dalam rumah.
4. Cat Dinding dengan Warna Terang. Sebaiknya Anda memilih warna-warna terang untuk dinding, pasalnya warna gelap akan memberi kesan ruangan lebih sempit dan lesu. Kalau Anda senang memakai wallpaper, pilihlah yang bermotif ringan dan berwarna lembut. Motif misalnya garis tipis atau kotak tipis. Tujuannya untuk mengistirahatkan pandangan mata.
5. Tangga Dibuat Ringan. Bila rumah mungil Anda terdiri dari dua lantai, sebaiknya memilih tangga dari bahan yang ringan karena akan terlihat tidak memakan ruangan yang sudah sempit. Di bawah tangga bisa dimanfaatkan menempatkan barang. Namun, hindari menumpuk barang di situ karena ruangan akan terlihat berantakan.
6. Pemilihan Furnitur. Sebaiknya Anda memilih furnitur dengan desain sederhana. Pilih juga warna furnitur yang lembut. Tujuannya agar menghasilkan efek luas dan ringan. Sebagai sentuhan alam, masukkan unsur-unsur alam seperti tanaman dalam pot atau bunga di dalam rumah.
7. Pakailah Cermin. Cermin dapat dipasang pada sudut rumah tertentu di dalam rumah. Seperti diketahui, kegunaannya selain untuk mematut diri dapat juga menyiasati ruang yang sempit. Cermin tidak usah terlalu besar dan terlalu banyak. Tempatkan di satu sudut dan berfungsi memberi kesan luas di dalam ruangan.
Selamat mencoba!
Sumber: kompas.com
Kunci kenyamanan tinggal di rumah dengan lahan yang terbatas ialah pemilik rumah harus memerhatikan pembagian ruangan berdasarkan fungsinya. Kebutuhan akan ruang di dalam rumah mungil harus diatur secara efektif dan efisien.
Berikut beberapa langkah yang bisa Anda pertimbangkan:
1. Manfaatkan Ruang dengan Efisien. Cermati ruang-ruang kosong yang ada di rumah, manfaatkan untuk meletakkan barang. Misalnya di bawah tangga, Anda dapat menempatkan perabotan atau perkakas atau sebagai storeage. Bisa juga di bawah wastafel untuk menyimpan barang.
2. Perhatikan Faktor Pencahayaan dalam Ruang. Sinar cahaya lampu yang Anda dapat manfaatkan berwarna kuning dan putih. Cahaya lampu berwarna kuning memberi kesan lebih hangat, alami, dan romantis. Sementara cahaya lampu berwarna putih memberi kesan formal, luas, dan bersahabat. Perhatikan juga jarak penempatan lampu di tiap ruangan.
3. Atur Letak Jendela dan Tepat Memilih Kaca. Peletakan jendela harus tepat posisinya, begitu juga pemakaian kaca di dalam rumah dapat membuat rumah terlihat lebih luas. Pakailah ukuran jendela yang tidak besar dan kaca tidak bermotif. Jendela dipasang dengan posisi tepat agar dapat menyerap sinar matahari, memberi kehangatan, dan membantu sirkulasi udara dalam rumah.
4. Cat Dinding dengan Warna Terang. Sebaiknya Anda memilih warna-warna terang untuk dinding, pasalnya warna gelap akan memberi kesan ruangan lebih sempit dan lesu. Kalau Anda senang memakai wallpaper, pilihlah yang bermotif ringan dan berwarna lembut. Motif misalnya garis tipis atau kotak tipis. Tujuannya untuk mengistirahatkan pandangan mata.
5. Tangga Dibuat Ringan. Bila rumah mungil Anda terdiri dari dua lantai, sebaiknya memilih tangga dari bahan yang ringan karena akan terlihat tidak memakan ruangan yang sudah sempit. Di bawah tangga bisa dimanfaatkan menempatkan barang. Namun, hindari menumpuk barang di situ karena ruangan akan terlihat berantakan.
6. Pemilihan Furnitur. Sebaiknya Anda memilih furnitur dengan desain sederhana. Pilih juga warna furnitur yang lembut. Tujuannya agar menghasilkan efek luas dan ringan. Sebagai sentuhan alam, masukkan unsur-unsur alam seperti tanaman dalam pot atau bunga di dalam rumah.
7. Pakailah Cermin. Cermin dapat dipasang pada sudut rumah tertentu di dalam rumah. Seperti diketahui, kegunaannya selain untuk mematut diri dapat juga menyiasati ruang yang sempit. Cermin tidak usah terlalu besar dan terlalu banyak. Tempatkan di satu sudut dan berfungsi memberi kesan luas di dalam ruangan.
Selamat mencoba!
Sumber: kompas.com
Selasa, 21 Juni 2011
Ruang Makan: Pilih Dua, Empat, atau Enam Kursi?
Apakah ruang makan harus selalu terdiri dari satu meja lebar dan banyak kursi? Tidak juga!
Kebanyakan keluarga Indonesia merasa "wajib" menempatkan meja makan berukuran besar dengan banyak kursi, di ruang makan mereka. Mungkin terbawa tradisi sejak zaman dahulu, bahwa makan selalu bersama seluruh anggota keluarga. Jika sampai saat ini, Anda memang tinggal bersama keluarga besar yang beranggotakan lebih dari empat orang, konsep ruang makan berkursi banyak tentu sangat pas untuk Anda. Tapi bagaimana dengan yang hidup di kota besar, hanya berdua dengan pasangan, tinggal pun di rumah berukuran pas-pasan?
Jika kondisinya demikian, mengapa harus memaksakan menempatkan meja berukuran besar dan banyak kursi? Tempatkan saya satu buah meja kecil dengan dua buah kursi. Buat merapat ke dinding, dengan demikian banyak lahan kosong tersisa, yang bisa digunakan untuk kebutuhan lainnya. Atau lebih ringkas lagi buat meja bar.
Pemilihan ukuran meja dan jumlah kursi makan terdengar seolah bukan masalah besar, tapi tidak akan jadi sepele lagi kalau kaitannya dengan ukuran lahan. Jadi, soal jumlah kursi dan ukuran meja makan sesuaikan saja dengan kebutuhan dan kebiasaan sehari-hari. Misalnya, Anda memang hanya tinggal berdua, tapi kerap menjamu keluarga dan tamu di rumah, maka Anda harus mempertimbangkan menempatkan meja yang lebih besar.
Dengan menempatkan segala sesuatu sesuai kebutuhan, setiap ruang di rumah akan berfungsi lebih efektif dan efisien. ANda pun akan merasa lebih nyaman di rumah.
Sumber : ideaonline
Jika kondisinya demikian, mengapa harus memaksakan menempatkan meja berukuran besar dan banyak kursi? Tempatkan saya satu buah meja kecil dengan dua buah kursi. Buat merapat ke dinding, dengan demikian banyak lahan kosong tersisa, yang bisa digunakan untuk kebutuhan lainnya. Atau lebih ringkas lagi buat meja bar.
Pemilihan ukuran meja dan jumlah kursi makan terdengar seolah bukan masalah besar, tapi tidak akan jadi sepele lagi kalau kaitannya dengan ukuran lahan. Jadi, soal jumlah kursi dan ukuran meja makan sesuaikan saja dengan kebutuhan dan kebiasaan sehari-hari. Misalnya, Anda memang hanya tinggal berdua, tapi kerap menjamu keluarga dan tamu di rumah, maka Anda harus mempertimbangkan menempatkan meja yang lebih besar.
Dengan menempatkan segala sesuatu sesuai kebutuhan, setiap ruang di rumah akan berfungsi lebih efektif dan efisien. ANda pun akan merasa lebih nyaman di rumah.
Sumber : ideaonline
Sabtu, 26 Maret 2011
Langkah Agar Karpet Bersih dan Awet
Karpet merupakan salah satu perlengkapan di rumah yang perlu penanganan khusus dalam merawatnya. Cara-cara perawatan yang kurang tepat bisa membuat karpet bertambah kotor dan mudah rusak.
Bersihkan karpet Anda dengan cara yang tepat agar selalu awet. Berikut ini tipsnya, seperti dikutip dari Helium:
1. Bersihkan Sesering Mungkin
Karpet harus sering dibersihkan menggunakan penyedot debu/vacuum cleaner, terutama jika Anda baru saja memasang karpet. Meski tampak bersih, serat-serat pada karpet bisa tercampur dengan debu dan kotoran. Jika dibiarkan terlalu lama, kotoran akan menumpuk. Selain tidak baik untuk kesehatan, kotoran yang menumpuk juga akan lebih cepat merusak karpet.
Bersihkan karpet dengan vacuum cleaner minimal seminggu sekali. Fokuskan pada daerah yang sering dilewati orang, karena biasanya kotoran paling banyak menempel di area tersebut.
2. Jangan Berjalan dengan Kaki Telanjang
Banyak orang beranggapan bahwa berjalan di rumah tanpa alas kaki bisa membuat karpet bersih lebih lama. Namun anggapan itu tak sepenuhnya benar. Kaki mengeluarkan keringat dan minyak. Saat bersentuhan dengan karpet, minyak dan keringat menempel pada karpet sehingga menyebabkan debu dan kotoran mudah melekat. Sebaiknya kenakan kaus kaki atau slippers saat berjalan di atas karpet.
3. Jangan Cuci Karpet dengan Sabun
Sebaiknya jangan cuci karpet Anda dengan deterjen atau cairan pembersih yang mengandung sabun. Busa yang dihasilkan sabun akan meninggalkan sisa-sisa residu yang justru akan mengikat lebih banyak debu di karpet.
Selain itu, residu sabun yang tertinggal juga bisa melemahkan serat karpet sehingga membuat karpet mudah robek atau rusak.
Bahan paling tepat untuk membersihkan karpet tanpa merusaknya, ternyata cukup mudah didapat, yaitu cuka putih. Campurkan satu botol cuka dengan satu galon air. Siramkan campuran tersebut ke atas karpet, sikat sebentar, lalu bilas dengan air bersih.
Jangan khawatir rumah Anda akan berbau cuka, karena baunya akan hilang dalam 24 jam. Hanya pastikan karpet Anda tidak dalam keadaan lembab terlalu lama.
Sumber : Citydirectory.co.id
Bersihkan karpet Anda dengan cara yang tepat agar selalu awet. Berikut ini tipsnya, seperti dikutip dari Helium:
1. Bersihkan Sesering Mungkin
Karpet harus sering dibersihkan menggunakan penyedot debu/vacuum cleaner, terutama jika Anda baru saja memasang karpet. Meski tampak bersih, serat-serat pada karpet bisa tercampur dengan debu dan kotoran. Jika dibiarkan terlalu lama, kotoran akan menumpuk. Selain tidak baik untuk kesehatan, kotoran yang menumpuk juga akan lebih cepat merusak karpet.
Bersihkan karpet dengan vacuum cleaner minimal seminggu sekali. Fokuskan pada daerah yang sering dilewati orang, karena biasanya kotoran paling banyak menempel di area tersebut.
2. Jangan Berjalan dengan Kaki Telanjang
Banyak orang beranggapan bahwa berjalan di rumah tanpa alas kaki bisa membuat karpet bersih lebih lama. Namun anggapan itu tak sepenuhnya benar. Kaki mengeluarkan keringat dan minyak. Saat bersentuhan dengan karpet, minyak dan keringat menempel pada karpet sehingga menyebabkan debu dan kotoran mudah melekat. Sebaiknya kenakan kaus kaki atau slippers saat berjalan di atas karpet.
3. Jangan Cuci Karpet dengan Sabun
Sebaiknya jangan cuci karpet Anda dengan deterjen atau cairan pembersih yang mengandung sabun. Busa yang dihasilkan sabun akan meninggalkan sisa-sisa residu yang justru akan mengikat lebih banyak debu di karpet.
Selain itu, residu sabun yang tertinggal juga bisa melemahkan serat karpet sehingga membuat karpet mudah robek atau rusak.
Bahan paling tepat untuk membersihkan karpet tanpa merusaknya, ternyata cukup mudah didapat, yaitu cuka putih. Campurkan satu botol cuka dengan satu galon air. Siramkan campuran tersebut ke atas karpet, sikat sebentar, lalu bilas dengan air bersih.
Jangan khawatir rumah Anda akan berbau cuka, karena baunya akan hilang dalam 24 jam. Hanya pastikan karpet Anda tidak dalam keadaan lembab terlalu lama.
Sumber : Citydirectory.co.id
Senin, 14 Maret 2011
Wardrobe Atau Walk In Closet ?
Dewasa ini kita mengenal dua jenis lemari pakaian: wardrobe dan walk in closet. Wardrobe adalah loose furniture, lemari pakaian yang dapat dipindah-pindah atau diletakkan di mana saja sesuai kebutuhan. Sedangkan walk ini closet adalah ruang tempat menyimpan pakaian termasuk tas, sepatu, dan lain-lain yang memungkinkan pengguna melaluinya (walk in). Ukurannya biasanya lebih besar. “Minimal 2 x 3 meter,” kata Fernando S Siregar, desainer Chantique, salah satu produsen lemari di Jakarta.
Lemari ini sulit dipindah-pindah karena sudah built in dengan sebuah ruang. Lazimnya peletakan dekat kamar mandi dalam kamar tidur utama, menyatu dengan tempat berdandan. Jadi, selesai mandi kita bisa langsung memilih busana di walk in closet sebelum berhias. Keluar dari kamar tidur sudah dalam keadaan rapi. Wardrobe tersedia dalam bentuk produk jadi, sedangkan walk in closet dibuat berdasarkan pesanan (customized).
Sesuai kebutuhan
Menurut Evelyn Nila Chandra, Designer PT Linear Indonesia, produsen furniture lain di Jakarta yang mengusung merek The Line, walk in closet harus disesuaikan dengan kebutuhan penghuni. “Jadi, kita perlu menentukan dulu barang-barang yang akan disimpan di walk in closet mulai dari pakaian, tas, sepatu, sampai aksesori,” katanya.
Dari situ bisa dirumuskan bentuk modul yang akan diaplikasikan pada walk in closet seperti pintu, rak, laci, dan area gantung. Rak untuk menaruh pakaian lipat, handuk, dan selimut; laci untuk pakaian dalam, kaos kaki, dan yang sejenis itu; area gantung untuk pakaian yang harus digantung seperti kemeja dan gaun panjang, atau bisa juga ditambah area gantung khusus untuk dasi, selendang, dan syal.
Penempatan barang-barang dalam modul perlu juga disesuaikan dengan jenis dan frekuensi penggunaannya. “Misalnya, sepatu pesta yang jarang dipakai bisa ditaruh di lemari dengan tempat khusus sepatu,” jelasnya. Sementara pintu bisa diterapkan bisa juga tidak. Yang penting semua barang dalam lemari terlindung dari debu dan kotoran. Kalau diberi pintu, bentuknya bisa lipat (folding door) atau geser (sliding door).
Lampu otomatis
Evelyn menyarankan pemasangan walk in closet sudah direncanakan saat merancang rumah. Bentuknya disesuaikan dengan luas ruang. Bisa I-line (memanjang segaris dengan dinding), berbentuk L, atau empat persegi panjang. Pada rumah besar walk in closet bisa didesain terhubung dengan ruang tidur atau bahkan ruang mandi kering. Jangan lupa memajang cermin atau meja rias agar aktivitas berpakaian dan berdandan lebih maksimal.
Bahan lemari pakaian beragam sesuai dengan desain ruang. Selain MDF (medium density fiber), kayu nyatoh dan plywood dengan finishing melamik atau duco juga populer digunakan. Pilihan warna dan motifnya juga beragam. Aplikasi kaca sandblast (buram) pada pintu dapat makin mempercantik lemari.
Untuk memudahkan pencarian barang di lemari, walk in closet perlu dilengkapi lampu yang menyala secara otomatis saat kita mengambil pakaian, dan mati setelah kita keluar dari lemari. Sebaiknya gunakan lampu halogen yang cahayanya terang dan mampu memperlihatkan warna asli pakaian dalam lemari. Jadi, kita tidak keliru memilih. Bisa juga lampu neon kecil dengan intensitas cahaya memadai.
Chantique menjual lemarinya sekitar Rp4 juta/meter lari. Sedangkan The Line menawarkan koleksi lemari dengan tinggi 207 cm, lebar 101 cm, dan panjang 60 cm seharga Rp4,9 juta. Sementara walk in closet akan dikerjakan dengan minimal order untuk 10 proyek dengan harga sesuai kesepakatan. Tak ada tips khusus untuk merawat lemari pakaian. Yang penting jaga kelembabannya agar pakaian tidak berjamur dan cepat rusak. “Buka pintu lemari supaya udara masuk,” ujar Fernando.
Sumber: housing-estate.com
Lemari ini sulit dipindah-pindah karena sudah built in dengan sebuah ruang. Lazimnya peletakan dekat kamar mandi dalam kamar tidur utama, menyatu dengan tempat berdandan. Jadi, selesai mandi kita bisa langsung memilih busana di walk in closet sebelum berhias. Keluar dari kamar tidur sudah dalam keadaan rapi. Wardrobe tersedia dalam bentuk produk jadi, sedangkan walk in closet dibuat berdasarkan pesanan (customized).
Sesuai kebutuhan
Menurut Evelyn Nila Chandra, Designer PT Linear Indonesia, produsen furniture lain di Jakarta yang mengusung merek The Line, walk in closet harus disesuaikan dengan kebutuhan penghuni. “Jadi, kita perlu menentukan dulu barang-barang yang akan disimpan di walk in closet mulai dari pakaian, tas, sepatu, sampai aksesori,” katanya.
Dari situ bisa dirumuskan bentuk modul yang akan diaplikasikan pada walk in closet seperti pintu, rak, laci, dan area gantung. Rak untuk menaruh pakaian lipat, handuk, dan selimut; laci untuk pakaian dalam, kaos kaki, dan yang sejenis itu; area gantung untuk pakaian yang harus digantung seperti kemeja dan gaun panjang, atau bisa juga ditambah area gantung khusus untuk dasi, selendang, dan syal.
Penempatan barang-barang dalam modul perlu juga disesuaikan dengan jenis dan frekuensi penggunaannya. “Misalnya, sepatu pesta yang jarang dipakai bisa ditaruh di lemari dengan tempat khusus sepatu,” jelasnya. Sementara pintu bisa diterapkan bisa juga tidak. Yang penting semua barang dalam lemari terlindung dari debu dan kotoran. Kalau diberi pintu, bentuknya bisa lipat (folding door) atau geser (sliding door).
Lampu otomatis
Evelyn menyarankan pemasangan walk in closet sudah direncanakan saat merancang rumah. Bentuknya disesuaikan dengan luas ruang. Bisa I-line (memanjang segaris dengan dinding), berbentuk L, atau empat persegi panjang. Pada rumah besar walk in closet bisa didesain terhubung dengan ruang tidur atau bahkan ruang mandi kering. Jangan lupa memajang cermin atau meja rias agar aktivitas berpakaian dan berdandan lebih maksimal.
Bahan lemari pakaian beragam sesuai dengan desain ruang. Selain MDF (medium density fiber), kayu nyatoh dan plywood dengan finishing melamik atau duco juga populer digunakan. Pilihan warna dan motifnya juga beragam. Aplikasi kaca sandblast (buram) pada pintu dapat makin mempercantik lemari.
Untuk memudahkan pencarian barang di lemari, walk in closet perlu dilengkapi lampu yang menyala secara otomatis saat kita mengambil pakaian, dan mati setelah kita keluar dari lemari. Sebaiknya gunakan lampu halogen yang cahayanya terang dan mampu memperlihatkan warna asli pakaian dalam lemari. Jadi, kita tidak keliru memilih. Bisa juga lampu neon kecil dengan intensitas cahaya memadai.
Chantique menjual lemarinya sekitar Rp4 juta/meter lari. Sedangkan The Line menawarkan koleksi lemari dengan tinggi 207 cm, lebar 101 cm, dan panjang 60 cm seharga Rp4,9 juta. Sementara walk in closet akan dikerjakan dengan minimal order untuk 10 proyek dengan harga sesuai kesepakatan. Tak ada tips khusus untuk merawat lemari pakaian. Yang penting jaga kelembabannya agar pakaian tidak berjamur dan cepat rusak. “Buka pintu lemari supaya udara masuk,” ujar Fernando.
Sumber: housing-estate.com
Langganan:
Postingan (Atom)






